Rumah Adat Sumatera Utara

3 min read

Rumah Adat Sumatera Utara – Sumatera Utara terdiri dari berbagai spesies, keunikan dan karakteristik yang sesuai dengan adat setempat. Sumater Utara memang didominasi oleh suku Batak.

Akan tetapi mereka juga dibagi menjadi beberapa suku Batak dan memiliki rumah-rumah tradisional dengan karakteristik dan keunikan mereka sendiri, baik dari segi arsitektur, desain dan karakteristik.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai Rumah Adat Sumatera Barat beserta macam-macam rumah adat. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak ulasan sebagai berikut.

Bagaimanakah Asal Usul Sumatera Utara ?

Sumatera Utara, yakni mungkin menjadi pertama kali dilintasi, ialah suku Batak ataupun dalam sebuah Danau Toba, yakni danau terbesar di negara Indonesia. Bahkan jika ada banyak harta budaya lainnya di sana. Salah satunya adalah rumah adat Sumatera Utara.

Rumah-Adat-Sumatera-Utara

Sumatera Utara pernah menjadi pusat pemerintahan di wilayah pulau Sumatra dengan Medan sebagai ibu kotanya. Setidaknya ada 13 suku yang menetap di area sekitar 72.981 kilometer persegi. Masing-masing dari mereka memiliki karakteristiknya sendiri, mulai dari bahasa, makanan, tarian, sampai rumah tradisional.

Karena suku Batak sendiri masih dibagi menjadi beberapa sub-suku, termasuk suku Karo, Pak Pak, Toba, Angkola, Simalungun, dan Mandailing. Setiap sub-suku yang termasuk di dalamnya mempunyai sebuah budaya yang berbeda.

Macam – Macam Rumah Adat Sumatera

Terdapat berbagai macam dalam rumah adat suku sumatera ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

Baca Juga :  Pengertian Jurnal Penutup

1. Rumah Gadang

Rumah tradisional Sumatra yang kedua adalah rumah tradisional dari Sumatra barat atau rumah Gadang. Pada dasarnya, rumah ini adalah rumah tradisional suku Minagnkabau, yang juga memiliki nama lain, yaitu Rumah Godang. Rumah ini adalah salah satu panggung, yang mempunyai bentuk besar dan persegi panjang.

Seperti rumah tradisional, rumah ini yakni terbuat dari bahan yang berasal dari sebuah alam. Misalnya tiang penyangga, lantai dan dinding yang terbuat dari bambu ataupun kayu. Sedangkan atapnya terbuat dari ijuk dan atap rumah Gadang mempunyai sebuah bentuk miri dengan tanduk kerbau.

2. Krong Bade

Rumah tradisional di Sumatra ialah yang bernama Krong Bade. Rumah tradisional Aceh ialah rumah dengan struktur panggung yang 2 hingga 3 meter di atas lantai. Secara keseluruhan, dalam sebuah rumah ini yakni terbuat dari kayu dengan pengecualian lantai dan bagian atap.

Secara umum, rumah tradisional Aceh mempunyai atap jerami atau daun palem yang ditenun. Dan lantainya terbuat dari bambu yang sudah tersusun menjadi lantai. Rumah tradisional Aceh mempunyai ruang bawah tanah karena menggunakan struktur panggung.

3. Rumah Limas

Rumah tradisional Sumatera keempat ialah termasuk rumah yang bernama rumah Limas. Seperti namanya, rumah tersebut mempunyai sebuah bangunan berbentuk limas. Rumah Lilmas adalah salah satu rumah tradisional besar, karena dalam luasnya dapat mencapai sekitar 400 hingga 1000 meter persegi.

Karena sangat besar, rumah ini biasanya digunakan sebagai tempat untuk merayakan atau untuk acara tradisional lainnya. Sebagian besar komponen rumah ini terbuat dari kayu Tembesu, seperti dinding, pintu, dan lantai. Tetapi pilar yang menopang rumah ini terbuat dari kayu tahan air dan jelek.

Baca Juga :  Pengertian Mitigasi Bencana

4. Nuwou Sesat

Rumah adat Lampung atau dapat disebut dengan Nuwou sesat. Seperti rumah tradisional lainnya di Sumatra, rumah tradisional di Lampung ialah rumah panggung yang terbuat dari kayu atau papan. Rumah ini digunakan oleh komunitas sebagai balai komunitas atau titik pertemuan bagi komunitas desa.

Awalnya, masyarakat sekitar membangun rumah ini dengan tujuan melindungi penghuninya dari serangan satwa liar. Karena hutan Lampung adalah hutan yang memiliki kekayaan hayati tinggi. Apa yang tidak mengecualikan kemungkinan dapat menyebabkan hewan liar turun ke daerah pemukiman.

5. Rumah Bolon

Rumah Bolon merupakan salah satu sebuah budaya dalam suku Batak di wilayah Sumatera Utara. Seperti rumah lainnya, rumah ini terbuat dari bahan alami.

Tiang dengan mana rumah ini didukung adalah kira-kira 1,75 meter di atas tanah. Terbuat dari kayu dengan diameter kurang lebih dari 40 cm. Dindingnya yakni terbuat dari kain tenun, lantai terbuat dari papan dan atapnya terbuat dari jerami atau daun palem.

Contoh-Rumah-Adat-Sumatera-Utara

6. Rumah Panggung

Rumah tradisional rumah panggung atau Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi yang memiliki budaya seperti Malaysia. Ini juga termasuk rumah tradisional Bangka Belitung, yang juga menggunakan desain mirip dengan masyarakat Melayu.

7. Rumah Melayu Atap Lontik

Rumah tradisional berikutnya di Sumatra ialah rumah beratap Melayu atau rumah tradisional Kepulauan Riau. Atap Rumah Melont berasal dari kabupaten lontik. Kampar Provinsi Riau. Dinamai dengan atap lontik rumah Malaysia karena rumah ini mempunyai sebuah dekorasi di bagian dinding depan.

8. Bubungan Lima

Rumah tradisional Bengkulu atau Pentagon merupakan sebuah hunian tiang pancang yang dirancang untuk menahan getaran gempa. Diberikan, karena provinsi Bengkulu adalah salah satu daerah yang rawan gempa.

Baca Juga :  Fungsi Laten Lembaga Agama

Ada desain pada tiang-tiang penyangga yang dapat menahan getaran gempa. Karena rumah ini memiliki tiang penyangga dengan nomor 15 dengan ketinggian sekitar 2 meter. Tiang di rumah ini yakni telah diletakkan di atas batu yang sebelumnya dikubur agar tidak terguncang gempa.

9. Balai Salaso Jatuh

Jika kita tinggal di wilayah Jawa, nama ini yakni telah terdengar aneh dan asing di telinga kita. Tetapi bagi masyarakat Riau mereka tentu tahu betul apa arti dari aula Salaso yang jatuh.

Air Terjun Balai Salaso pada dasarnya ialah sebuah rumah tradisional Riau yang digunakan sebagai refleksi dan adanya sebuah kegiatan bersama. Dapat disimpulkan bahwa aula musim gugur Salaso tidak digunakan sebagai rumah pribadi. Namun, gedung ini berfungsi sebagai sarana saran dan untuk kegiatan publik lainnya.

10. Kajang Leko

Rumah Kajang Leko atau rumah tradisional Jambi. Seperti rumah tradisional lainnya di Pulau Sumatra, rumah ini mempunyai desain yang tertata. Kajang Leko juga merupakan termasuk rumah desain tertua di wilayah Jambi.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan mengenai Rumah Adat Sumatera Utara beserta asal usul dan macam-macam rumah adatnya. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.