Sejarah Gedung Sate

2 min read

Sejarah Gedung Sate – Warisan budaya Belanda kuno di Jalan Diponegoro Bandung sering menarik perhatian orang yang lewat karena mempunyai keunikan masing-masing.

Bangunan, yang disebut Gedung Sate, sekarang berfungsi sebagai gedung pemerintah untuk Jawa Tengah Barat dan sering menjadi tuan rumah berbagai festival seni dan kegiatan lainnya.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara singkat dan jelas mengenai sejarah pada gedung sate. Untuk ulasan selanjutnya, akan kita bahas sebagai berikut.

Bagaimana Sejarah Gedung Sate ?

Gagasan sebagai membangun sebuah sejarah pada bangunan sate muncul dari penilaian Belanda bahwa karena berbagai perkembangan, Batavia bukan lagi ibukota yang cocok di sana. Gedung Sate dibangun untuk menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda, karena para atasan percaya bahwa iklim di Bandung sama dengan di Prancis selatan ketika musim panas.

Konstruksi ini direncanakan untuk 2000 pekerja, 150 di antaranya adalah pemahat Cina atau pemahat kayu dari Kanton. Ada juga tukang batu, kuli dan server yang berasal dari pembangunan Gedong Sirap di kampus ITB dan Gedong Papak di Balai Kota Bandung.

Sejarah-Gedung-Sate

Johanna Caterina Coops, putri tertua walikota Bandung bernama B. Coops, dan Petronella Roelofsen sebagai wakil gubernur jenderal JP Graaf Van Limburg Stirum meletakkan batu fondasi untuk Hindia Belanda 1920 yang dikenal sebagai gedung gubernur pada 27 Juli.

Perencanaan konstruksi sate dilakukan oleh tim Ir. J. Gerber, seorang arsitek terkenal yang lulus dari Fakultas Teknik di Delft, Ir. G. Hendriks, Ir. Eh. DeRoo, dan Gemeente Van Bandoeng diketuai dengan seorang kolonel. Purn. VL. Slors Gedung Sate telah dibangun selama 4 tahun, tepatnya, bangunan itu selesai di bulan September 1924 dalam bentuk bangunan utama, kantor pusat PTT (kantor pos, telepon dan telegraf) dan sebuah gedung perpustakaan.

Baca Juga :  Kerajaan Mataram Kuno

Arsitek Belanda, Maestro dr. Hendrik Petrus Berlage juga menyarankan agar Gerber mengintegrasikan unsur-unsur tradisional Indonesia sehingga Gedung Sate memiliki gaya arsitektur yang unik dalam bentuk campuran arsitektur Indo-Eropa.

Jendela gedung Sate Moor, berasal dari Spanyol. Seluruh bangunan didekorasi dengan gaya Renaisans Italia, sementara menara bertema Asia dan menyerupai pagoda di Thailand dan atap kuil Bali. Ujung Gedung Sate dihiasi dengan ornamen yang mengingatkan pada tusuk sate dengan enam bola, melambangkan biaya pengembangan 6 juta gulden.

Di dinding bawah terdapat ornamen bergaya Hindu. Meskipun ada menara di sebelah kanan yang menggunakan atap yang tumpah, kelihatannya seperti meru yang sering ditemukan di Bali. Atap Meru adalah bagian terpenting dari Gedung Sate di Bandung.

Keindahan dalam sebuah arsitektur di wilyah Gedung Sate berada di puncak. Pada titik ini ada hiasan dalam bentuk tiang, yang dirangkai dengan lingkaran seperti bola kecil seperti sate. Dari hiasan ini kemudian disebut Gedung Sate, tepat setelah diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Selain itu, wajah bangunan didominasi oleh gaya arsitektur rinci dari Eropa, seperti halnya jendela yang telah menggunakan kurva di bagian atas.

Gedung Sate yang kuat dan utuh belum terlepas dari bahan bangunan dan teknik yang digunakan. Dinding Gedung Sate terbuat dari batu-batu besar yang terbuat dari bukit berbatu di Arcmanik, Bandung Timur, dan Manglayang.

Sebagai bangunan bersejarah, banyak rumor yang beredar tentang Gedung Sate, yang salah satunya dikabarkan memiliki jalan rahasia yang menghubungkan Gedung Sate dengan Gedung Pakuan. Namun, rumor ini dibantah oleh pejabat dan karyawan di Gedung Sate.

Cukup sulit sebagai mencari bukti pada kebenarannya, karena selama masa transisi bangunan dari Departemen Pekerjaan Umum ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dokumen-dokumen yang berkaitan dengan arsip asli Gedung Sate juga telah dipindahkan, keberadaan mereka sejauh ini tidak jelas. Pelajari tentang era kolonial Belanda di Indonesia, agresi militer Belanda II.

Baca Juga :  Sejarah Musik

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami rangkum dengan singkat mengenai Sejarah Gedung Sate. Semoga ulasan kali ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Suku Asmat

Ika Evitasari
2 min read

Tari Serimpi

Ika Evitasari
2 min read

Tari Topeng

Ika Evitasari
2 min read