Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Sejarah Kerajaan Perlak

2 min read

Sejarah Kerajaan Perlak – Nama Perlak yakni berasal dari nama “Kayu Perlak”. Kayu ini begitu sangat cocok sebagai bahan konstruksi kapal atau perahu.

Hingga banyak orang yang datang sebagai mengambil “Kayu Perlak” itu. Dalam perkembangan Perlak lebih baik ketika pada Kerajaan Perlak dipimpin dengan Pangeran Salman.

Merupakan seorang pangeran yang mempunyai sebuah darah Kisra Persia. Untuk pembahasan selanjutnya, yuukk… Simak penjelasan selanjutnya sebagai berikut.

Apa itu Kerajaan Perlak?

Kerajaan Perlak merupakan salah satu kerajaan agama Islam di wilayah Indonesia yang telah memerintah antara 840 dan 1292 di wilayah Peureulak di Aceh Timur.

Kerajaan-Perlak

Perlak atau Peureulak dapat dikenal sebagai area sebuah produksi untuk kayu perlak, jenis kayu ini begitu yang sangat cocok sebagai pembuatan kapal, itulah sebabnya daerah ini dikenal sebagai Negeri Perlak.

Karena produk alami dan posisi yang begitu strategisnya, Perlak berkembang menjadi pelabuhan perdagangan canggih di abad ke-8, yang dikunjungi oleh kapal-kapal dari negara-negara Arab dan Persia. Ini mengarah pada pengembangan komunitas Islam di daerah ini, terutama sebagai hasil dari pernikahan campuran antara pedagang Muslim dan wanita asli.

Sejarah Kerajaan Perak

Sebelum berdirinya dalam Kesultanan Perlak, suatu kerajaan yang begitu sangat sederhana yakni bernama Kerajaan Perlak yang telah didirikan di bagian tanah Perlak. Raja yang telah berkuasa di dalam kerajaan ini dan dapat dimahkotai Meurah, yakni seperti Maharaja.

Dalam perkembangan Perlak yakni lebih baik ketika dalam Kerajaan Perlak yang telah dipimpin dengan seorang Pangeran Salman, pangeran tersebut mempunyai suatu darah Kisra Persia. Keturunan Pangeran Salman ini kemudian menikah dengan Muhammad Ja’far Shiddiq dan akhirnya menjadi cikal bakal dalam sebuah Kesultanan Perlak.

Baca Juga :  Sejarah Kota Semarang
Sejarah-Kerajaan-Perlak

Perlak merupakan sebuah kesultanan yang pertama di wilayah kepulauan negara Indonesia, menurut Wan Hussein Azmi. Pendapat Wan Hussein Azmi yakni telah didasarkan dalam sebuah rekaman Idhar Al-Haq.

Dalam manuskrip Melayu kuno yang telah ditulis dengan Abu Ishak Makarani Al-Fasy. Menurut Idhar Al-Haq telah merapat sekitar 790 perahu layar di wilayah Bandara Perlak.

Kapal layar telah membawa seratus Jurudakwah, dan telah dipimpin dengan Nahkodakhalifah, yang berasal dari Teluk Kambay di Gujarat. Merupakan salah satu pengkhotbah adalah Ali Bin Muhammad Ja’far Shiddiq.

Dia ialah teramsuk seorang Muslim Syiah yang telah memberontak terhadap khalifah Makmun. Dalam pemberontakan tersebut, Ali bin Muhammad Ja’far Shiddiq talah menderita sebuah kekalahan.

Khalifah Makmun tidak dapat memberikan sebuah hukuman yang terlalu berat. Khalifah Makmun baru saja memerintahkan Ali ibn Muhammad Ja’far Shiddiq untuk berkhotbah di luar negeri. Karena alasan ini, Ali bin Muhammad Ja’far Shiddiq bergabung dengan kelompok seratus ulud yang datang ke nusantara.

Setelah Ali bin Muhammad Ja’far Shiddiq berlabuh di pelabuhan Perlak, ia menikahi putri Istana Perlak. Putra pertama dari pernikahan antara Ali bin Muhammad Ja’far Shiddiq adalah orang yang kemudian diangkat sebagai sultan pertama di wilayah Kesultanan Perlak.

Perkembangan dan Pergolakan

Sultan yang pertama yakni Perlak merupakan seorang kesultanan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Shah, yakni seorang Syiah dan termasuk keturunan Arab dengan perempuan asli yang dapat mendirikan Kesultanan Perlak pada 1 Muharram 225 H.

Dia telah mengubah sebuah nama ibukota dalam kerajaan Bandar Perlak di wilayah Bandar Khalifah. Sultan dan istrinya, mendapatkan seorang Putri yang bernama Meurah Mahdum Khudawi kemudian dimakamkan di Peureulak, Paya Meuligo, Aceh Timur.

Baca Juga :  Sejarah Paskibra

Dalam masa pemerintahan kesultanan yang ketiga, Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah, kaum Sunni telah mulai memasuki Perlak. Setelah atas kematian Sultan dalam tahun 363 M, ada perang saudara antara Syiah dan Sunni, sehingga tidak ada sultan selama dua tahun ke depan.

Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah telah meninggal ketika kerajaan Sriwijaya Perlak menyerang dan bersatu kembali di bawah kepemimpinan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Sovereign, yang telah melanjutkan sebuah pertempuran melawan Srivijaya sampai 1006.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang dapat kami sampaikan secara jelas dan lengkap mengenai Sejarah Kerajaan Perlak. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Ika Evitasari
Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Suku Asmat

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Tari Serimpi

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Tari Topeng

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read