Sejarah Musik

2 min read

Sejarah Musik – Musik telah lahir sejak jaman dahulu dan dapat digunakan sebagai iringan ritual keagamaan. Perubahan terbesar dalam sejarah musik terjadi pada Abad Pertengahan.

Musik tersebut telah disukai oleh publik karena para musisi yang mengembara dan menyanyikan sebuah lagu-lagu yang digunakan dalam upacara-upacara terhadap tempat gereja.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti mengenai Sejarah Musik. Untuk ulasan selengkapnya, mari simak secara bersama-sama.

Bagaimanakah Sejarah Musik ?

Musik dapat ditemukan dalam setiap budaya, baik dulu maupun sekarang, yang bergerak antara waktu dan tempat. Karena setiap orang yang berada di dunia, termasuk dalam sebuah kelompok etnis yang paling terisolasi, dan mempunyai beberapa bentuk sebuah musik.

Sejarah-Musik

Telah disimpulkan bahwa terhadap sebuah musik pada leluhur manusia ada sebelum adanya suatu penyebaran dalam manusia di seluruh dunia. Akibatnya, dalam sebuah musik mungkin telah ada setidaknya selama 55.000 tahun, dan musik pertama mungkin ada di wilayah Afrika dan kemudian menjadi bagian mendasar dalam suatu kehidupan manusia.

Budaya musik ini telah dipengaruhi dengan semua aspek lain dari budaya ini, termasuk sebuah iklim, organisasi sosial dan ekonomi, dan akses ke teknologi. Emosi dan gagasan yang dapat diekspresikan oleh musik, situasi di mana musik dimainkan dan didengar, dan sikap terhadap pemain musik dan komposer bervariasi antara wilayah dan periode. “Sejarah Musik” adalah cabang lain dari musikologi dan sejarah musik (terutama dalam seni musik bagian Barat) dari suatu sudut pandang kronologis.

Baca Juga :  Peninggalan Kerajaan Majapahit

Perkembangan Musik Dunia

Terdapat beberapa penyebab dalam perkembangan musik yang berada di dunia, dan akan dijelaskan secara jelas sebagai berikut:

1. Zaman Barok dan Rokoko

Kemajuan dalam sebuah musik di Abad Pertengahan ditandai dengan munculnya genre musik baru, termasuk Baroque dan gaya rokok. Kedua aliran ini memiliki sifat yang hampir sama, yakni dalam sebuah penggunaan ornamen (hiasan musik).

Perbedaannya ialah bahwa dalam sebuah ornamen musik Barok digunakan, yang bertujuan pada improvisasi spontan oleh para pemain, sedangkan dalam musik Rococo semua ornamen telah dihiasi.

2. Zaman Abad Pertengahan

Sejarah dalam budaya Abad Pertengahan merupakan sebuah era antara akhir dalam Kekaisaran Romawi (476 M) dan zaman Reformasi Kristen dengan Martin Luther (1572 M). Perkembangan dalam sejarah musik di era ini telah disebabkan dengan perubahan keadaan dunia, yang mengarah dalam sebuah penemuan baru di semua bidang, termasuk budaya.

3. Zaman Renaisance (1500-1600)

Renaissance merupakan sebuah periode setelah Abad Pertengahan, dalam adanya sebuah kebangkitan berarti kelahiran kembali budaya tingkat tinggi yang telah hilang dalam zaman Romawi. Musik yang telah dipelajari dengan kekhasan, contoh-contoh lagu cinta, lagu mervitation. Sebaliknya, dalam suatu musik gereja yakni telah mengalami kemunduran.

4. Zaman Romantik (1820 – 1900)

Dalam sebuah musik romantis sangat begitu mementingkan dalam suatu perasaan subjektif. Musik tidak hanya digunakan sebaagai mencapai keindahan suara, tetapi untuk mengekspresikan emosi. Karena itu, dinamika dan kecepatan tersebar luas.

5. Zaman Modern (1900 – sekarang)

Musik di era ini tidak mengakui dalam sebuah hukum dan peraturan hukum apa pun karena pesatnya dalam kemajuan ilmu teknologi dan pengetahuan, seperti penemuan di bidang teknologi seperti radio, film, dan televisi. Pada saat ini, orang ingin mengekspresikan sesuatu secara bebas.

Baca Juga :  Zaman Neolitikum

Musik Abad Pertengahan

Istilah dalam “Monophonic” yakni berasal dari 2 kata yakni “Monos” artinya Yunani Tunggal dan “Phooneoo” artinya suara. Istilah “Musik Monofonik” dengan demikian adalah jenis musik yang hanya terdiri dari satu suara tanpa iringan. Ungkapan “tidak ditemani” benar-benar perlu direkam sehingga monofonik bisa dibedakan dari suatu Monodi.

Istilah dalam sebuah musik Gregorian hanya digunakan oleh Paus Leo (847-885) dalam sebuah surat terhadap kepala biara Abas Honoratus, yang telah menyebutkan dalam carmen Gregorianum (lagu Gregorian). Lagu ini sebenarnya ada sebelum kematian Paus Gregorian pada 604 dan secara khusus dipengaruhi dengan Paus.

Naskah mengenai musik Gregorian harus dapat dibaca dengan cermat, seperti banyak versi, seperti karya Auguste Gevaert (1828-1908), seorang ahli musik, komposer dan konduktor dari Belgia yang telah menekankan dalam sebuah pengaruh musik Yunani pada asal-usul lagu-lagu Gregorian.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Sejarah Musik. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda.