Sejarah Sumpah Pemuda

2 min read

Sejarah Sumpah Pemuda – Gerakan kemerdekaan Republik Indonesia, yang telah dilakukan dengan perempuan dalam muda negara Indonesia, dengan menyatakan sebuah janji akan adanya tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia.

Dalam adanya sumpah suci yang telah diucapkan dengan pemuda perjuangan sebagai kemerdekaan. Peristiwa penting yang bisa memicu dalam adanya sebuah antusiasme anak muda dari seluruh Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Pasti kalian mengenal dengan istilah sumpah pemuda bukan? Dalam ulasan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai sejarah, pengertian, dan tujuannya. Yuukk… Simak penjelasan selengkapnya sebagai berikut.

Bagaimana Sejarah Sumpah Pemuda ?

Peristiwa bersejarah dalam Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda adalah sebuah salah satu penghormatan kepada pemuda Indonesia yang mendukung tanah air, bangsa dan bahasa. Janji kaum muda dibacakan pada 28 Oktober 1928, untuk hasil dari perumusan kepadatan Kongres Pemuda Kedua Indonesia atau Pemoeda-Pemoedi, yang sampai sekarang setiap tahun dirayakan sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Sejarah-Sumpah-Pemuda

Atas dalam inisiatif PPPI, kongres diadakan dalam tiga gedung dengan cara berbeda dan dibagi menjadi tiga sesi. Perwakilan dalam sebuah organisasi dalam pemuda seperti Jong Java, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Islamieten Bond, dan lain-lain. Serta dalam pengamatan sebagai pemuda Tiongkok contohnya John Lauw Tjoan Hok, Kwee Thiam Hong, dan Oey Kay Siang berpartisipasi dalam kongres dan Tjoi Djien Kwie.

Dalam rapat pertama pada hari Sabtu, 27 Oktober 1928, di gedung yakni Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Banteng-Platz). Dalam sambutannya, dalam Ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat dalam semangat persatuan di dalam hati pada kaum muda. Menurutnya, terdapat lima faktor yang bisa memperkuat dalam adanya sebuah persatuan wilayah Indonesia sejarah, hukum adat, bahasa, kemauan, dan pendidikan.

Baca Juga :  Zaman Neolitikum

Rapat kedua pada hari Minggu, 28 Oktober 1928, di Oost-Java Bioscoop Building dalam membahas sebuah topik pendidikan. Kedua pembicara, Sarmidi Mangoensarkoro dan Poernomowoelan, berpendapat bahwa seorang anak-anak perlu untuk menerima dalam adanya sebuah pendidikan nasional dan bahwa harus ada keseimbangan antara pendidikan dan home-schooling. Anak-anak harus dapat dididik dengan cara demokratis.

Pada pertemuan terakhir di gedung klub Indonesia di Jalan Kramat Raya 106, Sunario dalam menjelaskan dan terdapat sebuah pentingnya demokrasi dan nasionalisme di samping dalam sebuah gerakan Kepanduan. Sementara Ramelan berpendapat, Gerakan Pramuka tidak lepas dari gerakan nasional. Gerakan Kepanduan melatih anak-anak yang berdisiplin dan mandiri pada usia muda, hal-hal yang dibutuhkan dalam pertempuran.

Tujuan Sumpah Pemuda

Sumpah-Pemuda

Sumpah pemuda tidak hanya dirumuskan dan diajukan tanpa tujuan. Terdapat tujuan-tujuan dalam berikut telah diupayakan dengan sumpah pemuda ialah:

  • Melaksanakan sebuah cita-cita sebagai mengumpulkan semua dalam pemuda Indonesia.
  • Membangkitkan pada semangat dan sikap pemuda wilayah Indonesia dan semua orang di nusantara sebagai mengusir, berperang, dan melawan penjajah.
  • Memperkuat adanya sebuah upaya dan kegiatan untuk mencapai kemerdekaan dalam negara Indonesia.
  • Membuat adanya sebuah kesatuan dan persatuan yang kuat dan kuat antara rakyat Indonesia.
  • Menghilangkan regionalisme, yang selalu menjadi hambatan bagi rakyat Indonesia sebagai bersatu.

Tokoh – Tokoh Sumpah Pemuda

Pada 28 Oktober 1928, tepatnya pada 91 tahun yang lalu, putra dan putri Indonesia dalam mendeklarasikan rumah, bangsa, dan bahasa sebagai satu-satunya orang Indonesia.

Terdapat orang-orang atau tokoh-tokoh yang terpenting yang berkontribusi dalam acara-acara dalam Kongres Pemuda dan pembentukan Sumpah Pemuda. Berikut merupakan seorang tokoh-tokoh penting dari sumpah pemuda, diantaranya ialah:

1. Soenario

Prof. Mr. Soenari Sastrowardoyo merupakan seorang konsultan komite yang telah merumuskan idiot dan pembicara muda tersebut.

Baca Juga :  Pengertian Demokrasi

2. J. Leimena

Leimena merupakan seorang anggota dalam Komite Kongres Pemuda II. J. Leimena lahir pada tahun 1905 di Ambon di wilayah Maluku. Ia ialah seorang aktivis dalam mahasiswa dan ketua adanya sebuah organisasi pada pemuda Jong Ambon.

3. Soegondo Djojopoespito

Tidak begitu banyak orang tahu bahwa seorang pria kelahiran 1905 ialah kepribadian dalam pentingnya yang memimpin Kongres Pemuda Kedua di wilayah Jakarta sebagai bekerja demi janji atai ikrar sumpah pemuda.

4. Djoko Marsaid

Djoko Marsaid ialah seorang aktivis yang telah menjadi ketua yangni yang bernama Jong Java. Selama Kongres Pemuda II, Djoko Marsaid merupakan wakil ketua dalam Kongres Pemuda II.

5. M Yamin

M Yamin lahir tahun 1903 di wilayah Minangkabau, yang dikenal di wilayah Indonesia sebagai penyair puisi pada zaman modern. M Yamin ialah orang yang membuat proposal dan mendorong orang Indonesia sebagai menjadi bahasa dalam persatuan sebuah janji komitmen terhadap Sumpah Pemuda.

6. Amir Syarifuddin Harahap

Tokoh ini merupakan seorang wakil ketua Bond Jong Batak dan aktivis yang sangat anti-Jepang, Amir telah diancam dengan hukuman mati. Amir telah menyumbangkan sebuah ide-ide cemerlang dengan merumuskan dalam masalah remaja.

7. W. R. Supratman

Tidak hanya dikenal dengan penulis, jurnalis, dan penulis lagu sebagai Indonesia Raya, W. R. Supratman menjadi seorang tokoh penting dalam sebuah acara Youth Eid. Pada akhir kongres pemuda kedua, W. R. Supratman dengan mempersembahkan suatu lagu instrumental tanpa teks dengan biola, yang menjadi lagu dalam kemerdekaan negara Indonesia Raya.

8. S. Mangoensarkoro

Sosok ini, ialah yang bernama lengkap yakni Sarmidi Mangoensarkoro, ialah sebuah tokoh terpenting dari pemuda bersumpah yang lahir tahun 1904. Sarmidi adalah seorang aktivis pendidikan, dengan Sarmidi berbicara lebih banyak tentang pendidikan sebagai rakyat Indonesia selama Kongres Pemuda I dan II.

Baca Juga :  Proto Melayu

Meskipun fokusnya kuat pada sektor pendidikan, Sarmidi diakui dari tahun 1949 hingga 1950 sebagai Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Indonesia.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini yang telah kami rangkum secara jelas dan singkat, mengenai Sejarah Sumpah Pemuda. Semoga ulasan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Sejarah Wali Songo

Ika Evitasari
2 min read

Candi Hindhu

Ika Evitasari
2 min read

Candi Budha

Ika Evitasari
2 min read