Sejarah Walisongo

2 min read

Sejarah Walisongo – Dikenal sebagai penyebar pada agama Islam di Jawa dalam abad ke-14, mereka tinggal di tiga wilayah penting dalam pantai utara Jawa, yakni di daerah Surabaya Gresik Lamongan Tuban di wilayah Jawa Timur.

Peranan mereka dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa sangat besar. Mereka ialah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Sunan Ampel, Sunan Muria, Sunan Dradjad, Sunan Kudus, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, dan Sunan Gunung Jati.

Lalu, bagaimanakah sejarah Walinsongo? Dalam pembahasan kali ini, kami kan menjelaskan mengenai Walisongo secara jelas, singkat, dan mudah untuk dipahami. Yuukk… Simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Apa itu Walisongo ?

Walisongo atau Walisanga telah dikenal dalam abad ke-14 sebagai penyebar agama Islam di wilayah Jawa dan tinggal di tiga daerah penting di pantai utara Jawa yakni Demak-Kudus-Muria di wilayah Jawa Tengah, Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban di wilayah Jawa Timur, dan Cirebon di daerah Jawa Barat.

Era Walisongo merupakan sebuah era yang termasuk berakhirnya pemerintahan Buddha Hindu dalam budaya Nusantara, yang akan digantikan oleh budaya Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di wilayah Indonesia, terutama di Jawa.

Tentu saja, banyak karakter lain juga berperan. Namun, peran mereka yang luar biasa dalam membangun Kerajaan Islam di Jawa, serta pengaruhnya terhadap budaya masyarakat pada umumnya dan pada propaganda langsung, membuat Walisongo ini lebih yakni dikenal dari pada yang lain.

Sejarah Walisongo

Islam menjadi sangat populer dan namanya di nusantara tidak dapat dipisahkan dari peran Wali Songo. Wali Songo berkhotbah dan menyebarkan Islam di Jawa pada abad ke-14. Terdapat tiga daerah di mana orang-orang kudus menyebarkan propaganda mereka tentang Jawa.

Sejarah-Walisongo

Pada jaman Wali Songo telah menandai berakhirnya dominasi Hindu dan Budha dalam budaya Nusantara, digantikan oleh budaya Islam. Meskipun terdapat banyak tokoh lain yang terlibat dalam suatu penyebaran Islam di wilayah Indonesia, terutama di Jawa, Wali Songo ialah termasuk lambang atau simbolnya. Mereka juga sudah cukup membangun sejumlah kerajaan Islam di wilayah Jawa.

Baca Juga :  Sejarah Paskibra

Tokoh – Tokoh Walisongo

Peranan-Walisongo

Berikut adalah beberapa tokoh Walisongo, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Sunan Ampel

Nama asli Sunan Ampel ialah Raden Rahmat. Secara umum, Sunan Ampel telah dianggap oleh orang suci lainnya sebagai wali. Pesantrennya terletak di lampu lalu lintas Denta, Surabaya, juga salah satu ajaran Islam tertua di Jawa. Ia menikah dengan Dewi Condrowati, yang bernama Nyai Ageng Manila.

2. Sunan Derajat

Sunan Derajat memiliki nama depan Raden Qasim atau Syarifuddin, dan merupakan seorang putra bungsu Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, dan ia merupakan saudara Sunan Bonang. Sunan Derajat dikenal karena kecerdasannya. Ia menyebarkan ajaran Islam di wilayah Desa Paciran Lamongan.

3. Sunan Gresik

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim merupakan orang pertama yang menyebarkan Islam di Jawa dan wali utama Walisongo lainnya. Ditemani dengan beberapa temannya, ia pertama kali datang ke desa Sembolo, sekarang Desa Laren di kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik.

4. Sunan Bonang

Sunan Bonang lahir dalam tahun 1465 serta nama asli Raden Maulana Makhdum Ibrahim, yakni merupakan putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila. Bonang adalah nama desa di kabupaten Rembang. Nama Sunan Bonang berasal dari Bong Ang, yang setuju dengan klan Bong, karena nama ayahnya adalah Bong Swi Hoo, juga dikenal sebagai Sunan Ampel.

5. Sunan Kudus

Sunan Kudus ialah termasuk senopati besar dari karya Demak ketika ia menjabat sebagai Senopati dari kerajaan Majapahit dalam penaklukannya. Keberhasilan mengalahkan Majapahit memperkuat posisi Ja’far Sadiq, tetapi kemudian dia meninggalkan Demak karena dia ingin hidup mandiri dan mengabdikan seluruh hidupnya sebagai penyebaran agama Islam.

Baca Juga :  Kerajaan Aceh

6. Sunan Muria

Sunan Muria dalam menyebarkan agama Islam sambil melestarikan seni gamelan dan boneka sebagai sarana dakwah. Dia menciptakan beberapa lagu sebagai mempraktikkan agama Islam. Dengan ini, Sunan Muria telah dikenal sebagai Sunan, yang suka mengabar topo ngeli.

7. Sunan Giri

Sunan Giri adalah seorang putra Maulana Ishaq bersama Dewi Sekardadu, putri Menak Sembuyu yakni merupakan seorang penguasa wilayah Balambangan di ujung kerajaan Majaphit. Sayangnya kelahirannya dianggap sebagai kutukan oleh ayahnya Dewi Sekardadu, jadi dia dipaksa oleh ayahnya untuk membuang anaknya ke laut.

8. Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga atau Raden Said ialah seseorang yang menjaga orang-orang biasa dan dekat dengan mereka. Dia membuktikan ini ketika membela orang biasa di masa-masa sulit. Pada saat itu, pemerintah benar-benar membutuhkan sumber daya yang sangat besar untuk mengatasi roda pemerintahan, sehingga orang-orang biasa mau tidak mau harus membayar pajak yang sangat tinggi.

9. Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati mempunyai sebuah nama asli Syarif Hidayatullah. Pada usia 20, Sunan Gunung Jati ditinggalkan oleh ayahnya. Setelah tinggal bersama ayahnya, ia menjadi pangeran untuk menjadi raja Mesir menggantikan ayahnya, tetapi ia menolak dan memutuskan untuk menyebarkan ajaran Islam dengan ibunya di wilayah Jawa.

Walisongo telah dikenal dalam abad ke-14 sebagai penyebar agama Islam di wilayah Jawa dan tinggal di tiga daerah penting di pantai utara Jawa. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di wilayah Indonesia, terutama di Jawa.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini yang dapat kami sampaikan mengenai Sejarah Walisongo. Semoga ulasan ini dapat berguna dan dapat bermanfaat bagi Anda.

Baca Juga :  Sejarah Pancasila

Sejarah Musik

Ika Evitasari
2 min read