Siklus Hidrologi

2 min read

Siklus Hidrologi – Air mempunyai sebuah siklus yang sering disebut sebagai siklus air atau siklus hidrologi. Ada beberapa komponen sebagai membentuk siklus hidrologi.

Sirkulasi air yang tidak dapat berhenti dengan melalui kondensasi, penguapan, presipitasi, dan keringat dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer.

Dalam pembahasan kali ini, kami kan menjelaskan mengenai siklus hidrologi, pengertian, dan macam-macamnya. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak penjelasan nya sebagai berikut.

Apa itu Siklus Hidrologi ?

Pengertian Siklus Hidrologi atau Siklus Air merupakan salah satu dari enam siklus biogeokimia yang terjadi di Bumi. Kata hidrologi yakni dapat berasal dari sebuah kata Yunani yakni “Hidrologia” yang artinya ilmu air.

Hidrologi adalah cabang geografi yang berkaitan dengan kualitas, distribusi, dan pergerakan air di dalam bumi. Siklus air memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup organisme yang ditemukan di Bumi. Siklus hidrologi atau sirkulasi air merupakan sirkulasi air yang tidak pernah mencapai bumi dari atmosfer dan kembali ke atmosfer dengan melalui presipitasi, kondensasi, penguapan, dan keringat.

Siklus-Hidrologi

Siklus air adalah sebuah sirkulasi air yang berasal dari sebuah bumi dan kemudian memasuki atmosfer dan terus-menerus kembali ke bumi. Karena bentuknya dapat berubah dan mengalir dengan cara berkelanjutan, itu sebabnya air tidak pernah akan habis.

Melalui siklus tersebut, dalam sebuah ketersediaan air di dalam bumi yakni dapat dipertahankan, adanya sebuah proses siklus hidrologi juga dapat mempengaruhi cuaca, suhu lingkungan, hujan dan keseimbangan ekosistem bumi secara teratur.

Pemanasan air laut dengan radiasi matahari adalah sebuah kunci dari proses siklus hidrologi, yang dapat berlangsung terus menerus. Air menguap dan kemudian jatuh sebagai presipitasi terhadap bentuk salju, hujan, hujan es dan salju (sleet), kabut atau gerimis.

Baca Juga :  Pengertian Manajer

Komponen Siklus Hidrologi

Ada beberapa proses dalam siklus air itu sendiri, yang merupakan dalam bagian dari seluruh siklus air dan dapat menjadi keseluruhan yang tidak dapat dipisahkan. Berikut merupakan penjelasan lain pada sebuah komponen tersebut, diantaranya ialah sebagai berikut:

a. Evaporasi

Dalam proses tersebut, air sebenarnya telah menguap dari permukaan bumi. Air dapat berasal dari danau, laut, sungai, sawah, sungai dan dengan berbagai sebuah tempat di mana air tersedia.

Air yang menguap karena adanya sebuah energi panas matahari akan naik dan kemudian dapat berubah menjadi awan. Pada umumnya, semakin tinggi sebuah suhu terhadap matahari, terutama di musim kemarau, semakin banyak air yang uap.

b. Prestisipasi

Orang dapat mengatakan bahwa proses tersebut merupakan salah satu sebuah proses yang berada di tengah siklus hidrologi. Kita mungkin tahu istilah hujan lebih baik. Proses ini terjadi ketika pada sebuah awan, juga dikenal sebagai dalam sebuah bentuk yakni uap air.

c. Perkolasi atau infiltrasi

Terdapat sebuah proses infiltrasi yang disebut sebagai air hujan atau siklus air tidak kembali ke permukaan tanah atau laut atau ke permukaan lain di dalam bumi, bahkan dengan setelah adanya sebuah presipitasi, yang dapat langsung kembali ke siklus air, yang merupakan penguapan.

Sebagian kecil air juga dapat menembus ke dalam pori-pori terhadap tanah dan menjadi air tanah dan dalam sebelumnya akan kembali lagi ke dalam sebuah laut sebagai mengalami siklus hidrologi, yakni pada penguapan.

d. Intersepsi

Dalam proses ini, jarang disebutkan sebagai hidrologi, karena adanya sebuah proses dalam intersepsi tidak dengan cara langsung yang dapat menyebabkan air jatuh ke tanah karena adanya sebuah peran tanaman yang memicu dalam proses pengendapan, melainkan jatuh terlebih dahulu atau disadap oleh tanaman yang akhirnya air hujan jangan langsung jatuh ke permukaan tanah.

Baca Juga :  Pengertian Metode Penelitian

Proses Siklus Hidrologi

Dengan cara keseluruhan, adanya sebuah proses terhadap siklus air adalah yang pertama di mana dalam semua air di bagian dunia mana pun telah menguap. Semua air yakni dapat menguap ke sebuah atmosfer atau lebih tepatnya ke langit dan air ini kemudian berubah menjadi awan di langit. Setelah itu, air yang ditransformasikan kembali menjadi noda air.

Dalam bentuk bintik-bintik air kemudian akan jatuh ke bumi dalam sebuah bentuk hujan atau es dan salju. Setelah dalam sebuah hujan, pori lantai atau air memasuki celah dalam arah horizontal dan vertikal. Air kemudian kembali ke aliran air permukaan, yang terus dapat mengalir sampai kembali ke sungai atau danau.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan dengan jelas dan lengkap yakni mengenai Siklus Hidrologi. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.