Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Suku Batak

2 min read

Suku Batak – Indonesia yakni terdiri atas berbagai suku dan budaya, salah satunya adalah suku Batak. Secara umum, orang Batak dikenal karena sifatnya yang pekerja keras, tegas, dan disiplin.

Batak ialah mempunyai sebuah marga yang diwarisi dari keturunan mereka, dan ada banyak marga yang digunakan dengan lebih dari satu kelompok sub-etnis.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menyampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Suku Batak. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Suku Batak ?

Suku Batak merupakan salah satu dalam sebuah kelompok etnis yang terbesar di wilayah Indonesia, dengan berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik pada 2010.

Nama ini adalah sebuah tema kolektif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan berasal dari berbagai kelompok etnis yang tinggal di pantai timur dan pantai barat provinsi Sumatera Utara.

Suku-Batak

Kelompok etnis yang dapat diklasifikasikan sebagai Batak adalah Toba, Pakpak, Karo, Simalungun, Mandailing, dan Angkola. Batak merupakan sekelompok suku yang mendiami sebagian besar Sumatera Utara.

Namun seringkali dalam penyebutan Batak hanya dianggap untuk suku Toba, sedangkan Batak tidak hanya diwakili oleh suku Toba. Jadi tidak ada budaya dan bahasa Batak, tetapi budaya dan bahasa Toba, Simalungun, Karo, dan suku-suku sekutu lainnya.

Saat ini, orang Batak umumnya Protestan, Katolik, dan Muslim. Tetapi ada juga orang-orang yang berpegang teguh pada kepercayaan tradisional, yaitu tradisi Malim (juga dikenal sebagai Parmalim) dan juga kepercayaan animistis, meskipun jumlah pengikut kedua ajaran ini telah menurun.

Misionaris Kristen

Dalam tahun 1824, adanya suatu dua misionaris Baptis Inggris, yakni yang bernama Nathaniel Ward dan Richard Burton, pergi dari Sibolga ke sebuah pedalaman Batak. Setelah tiga hari hiking, mereka mencapai Dataran Tinggi Silinde dan menetap di daratan selama dua minggu.

Baca Juga :  Pengertian Pasar Oligopoli

Dari penjelajahan tersebut, mereka akan melakukan sebuah pengamatan dan observasi langsung tentang kehidupan orang Batak. Dalam tahun 1834, Samuel Munson dan Henry Lyman dari Dewan Komisaris Amerika sebagai Misi Asing dalam berpartisipasi adanya sebuah kegiatan ini.

Kalangan masyarakat Toba, Simalungun, Karo, Pakpak dan sebagian Angkola dengan cepat akan menyerap sebuah agama Kristen dan akan menjadikannya sebagai adanya sbeuah identitas budaya dalam awal abad ke-20.

Periode ini adalah periode kebangkitan terhadap kolonialisme di wilayah Hindia Belanda, di mana banyak sekali orang Batak yang tidak lagi berperang terhadap pemerintah kolonial tersebut. Perlawanan gerilya Batak Toba berakhir pada 1907 setelah para pemimpin mereka yang karismatik yakni yang bernama Sisingamangaraja XII meninggal.

Kepercayaan

Contoh-Suku-Batak

Kalender Batak pada abad ke-20 yang terbuat dari tulang. Dimiliki dengan Museum Anak-Anak di wilayah Indianapolis. Sebelum suku Batak Toba akan menganut sebuah agama Kristen Protestan, yakni mereka memiliki suatu sistem kepercayaan dan agama mengenai Mulajadi na Bolon, yang mempunyai kekuasaan atas langit, dan dalam misi kekuasaannya diwujudkan dengan Debata Natolu.

Terdapat beberapa jiwa dan roh terhadap suku ini yakni dapat dibagi menjadi 3 jenis, diantaranya ialah:

a. Tondi atau Tendi

Jika jiwa atau roh seseorang yang termasuk dalam kekuatan, Tondi memberi sebuah kehidupan terhadap orang-orang. Tondi dapat diperoleh dari seseorang di dalam rahim, ketika Tondi meninggalkan tubuh seseorang, orang itu menjadi sakit atau mati, dan upacara Mangalap Tondi diselenggarakan oleh Sombaon yang menawan.

b. Begu

Jika orang-orang tondi yang perilakunya yang sesuai dengan adanya sebuah perilaku manusia yang telah mati, mereka hanya muncul pada malam hari saja.

c. Sahala

Sajala merupakan adanya jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Setiap orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala termasuk Sumanta, dalam adanya suatu kesakitan atau tuah yang dimiliki dengan seorang hula atau raja.

Baca Juga :  Pengertian Geomorfologi

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Suku Batak. Semoga ulasan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Ika Evitasari
Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Suku Aceh

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Suku Anak Dalam

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Suku Tengger

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read