Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Suku Mante

2 min read

Suku Mante – Suku tersebut mempunyai sebuah karakteristik tubuh kerdil dengan ketinggian sekitar satu meter. Rambut panjang sampai ke pantat. Beberapa dari mereka yakni telanjang.

Mereka mempunyai sebuah tubuh berotot, kulit putih, dan kasar dan wajah berwajah sempit dengan dahi. Alisnya bertemu di dasar hidung, yang terlihat seperti pesek.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Suku Mante beserta ciri khasnya. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak sebagai berikut.

Bagaimanakah Asal Usul Suku Mante ?

Suku Mante yakni pertama kali menghuni daerah Aceh Besar dan kemudian mendistribusikannya ke lokasi lain. Ada juga kekhawatiran etis mengenai hubungan antara Manteans dan Fenisia di Dravids atau Babel di lembah Gangga atau Indus, tetapi ini belum diidentifikasi oleh para ahli.

Dalam suku mempunyai sebuah karakteristik dalam tubuh kerdil dalam ketinggian kira-kira satu meter. Rambut panjang dipotong sampai ke pantat. Beberapa dari mereka telanjang. Mereka mempunyai tubuh berotot, kulit putih, dan kasar dan wajah persegi terhadap dahi yang sempit.

Suku-Mante

Kedua alisnya bertemu di pangkal hidung, yang tampak pucat. Seperti dikutip dari Wikipedia, Mante Quarter adalah salah satu pembentuk etnis kelompok etnis paling awal di Aceh. Kuartal ini dengan seperempat lainnya, Sakai, Semang, Bajak Laut, Apel Adam, Senoi cikal bakal suku-suku yang ada saat ini di wilayah Aceh.

Baca Juga :  Pengertian Geomorfologi

Awalnya, dalam sebuah nama Mante ditemukan oleh Dr. Snouck Hurgronje yang diperkenalkan dalam bukunya De Atjehers. Dia mendefinisikan Mante sebagai istilah untuk perilaku bodoh dan kekanak-kanakan. Snouck sendiri yakni dapat mengakui bahwa dia belum pernah bertemu Bibi Mante.

Dalam bukunya, Snouck menyebutkan Mante sebagai mantra yang tinggal di bukit Mukim XXII. Pada abad kedelapan belas, pasangan penduduk Mante ditangkap dan sultan diambil. Mereka tidak berbicara atau makan dan mereka berdua mati.

Akan tetapi, dalam kamus gay-Belanda esai Prof. Ibrahim Alfian, Mante digunakan untuk sekelompok orang liar yang tinggal di hutan. Kamus lain, antropolog gay-Indonesia Nelalatua, Mante, didefinisikan sebagai sekelompok strain yang terisolasi.

Sampai saat ini, yakni belum ada yang bisa mengkonfirmasi kebenaran cerita yang berkaitan dengan lingkungan Mante di Aceh, sampai sekarang keberadaan suku Mante adalah pertanyaan bagi para sejarawan dan masih terkait secara misterius.

Ciri – Ciri dan Karakteristik

Berikut merupakan sebuah karakteristik atau kehidupan suku atau sifat-sifat fisik, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Suku Asing di Indonesia

Dalam suku yang terisolasi, karena kurangnya interaksi dengan warga atau kehidupan modern, kegiatan suku masih membingungkan sampai hari ini. Mereka memutuskan untuk menjauh dari keramaian dan tinggal di pegunungan dan di hutan.

2. Suku Mante Masih Hidup

Meskipun ini bukan interaksi langsung sebagai bukti kehadiran Mante, orang Aceh percaya bahwa jika angka ini masih ada. Mereka diyakini hidup di hutan, sehingga sulit ditemukan.

3. Fisik Unik

Kafetaria mempunyai ketinggian rata-rata sekitar 60 – 70 cm dan membungkuk. Alat kelamin laki-laki di Manteau tidak mempunyai rambut halus, sedangkan pada wanita mereka mempunyai rambut panjang dan rambut halus.

Baca Juga :  Pengertian Lingkungan

Mereka yakni begitu sangat lincah dan bisa bergerak cepat agar tidak mendekati orang lain. Kulit manter diwarnai dengan rambut lurus. Wajahnya bulat dan memiliki telinga yang runcing. Meskipun tubuhnya kecil, kupu-kupu itu sangat berotot.

4. Hidup Nomaden

Seperti suku-suku kuno, kehidupan orang-orang Mantra adalah nomaden atau direlokasi untuk memenuhi kebutuhan hidup misalnya seperti air dan makanan.

Secara historis, ketika agama Hindu masuk ke negara Indonesia dan berkembang, suku Mante pindah ke hutan yang lebih dalam. Itu juga agaknya menetap di daerah Gayo dan Aceh.

5. Keluar Saat Subuh

Dari laporan berita lokal, Manteon umumnya muncul saat fajar. Mereka dikatakan berasal dari gua untuk mendapatkan makanan dan minuman dari alam. Mereka suka turun sungai mencari makanan dan kembali ketika hari mulai menyelinap ke gua di gunung atau bukit.

6. Larinya Sangat Cepat

Dari sumber-sumber di mana interaksi warga modern dengan suku Mante gagal atau sulit diperoleh, seseorang didasarkan pada kemampuan mereka untuk berlari sangat cepat dan masuk ke hutan. Bukti dapat dilihat dalam video yang beredar jika ada kurcaci menghindari kelompok pengendara sepeda motor.

7. Memiliki Bahasa Sendiri

Dalam menggunakan komunikasi atau bahasa sehari-hari, orang mante menggunakan dalam suatu bahasa tertentu yang hanya mereka mengerti. Mereka mempunyai sebuah aksen atau aksen yang berbeda dari bahasa Aceh secara umumnya. Menurut cerita, mereka sering membantu orang-orang yang tersesat di hutan menggunakan bahasa isyarat.

8. Menghindari Manusia

Suku ini yakni telah cenderung dalam menghindari manusia, dan diyakini dalam melakukannya karena menganggap orang asing sebagai ancaman. Orang Mante sering melakukan kegiatan kelompok dan sering mengintai orang di luar kelompok mereka.

Baca Juga :  Akibat Pencemaran Air

9. Omnivora

Mante hidup secara berkelompok dan makan semuanya, baik daging hewan dan tumbuhan. Mereka hidup dari perburuan dan penggunaan tanaman hutan, contohnya berburu ikan di sungai dan memakan buah hutan.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Suku Mante, asal usul, ciri-ciri beserta karakteristiknya. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.

Ika Evitasari
Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Suku Indian

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Rumah Adat Minangkabau

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Suku Baduy

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read