Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Suku Sunda

3 min read

Suku Sunda – Suku bangsa dari bagian barat pulau Jawa, tepatnya di Indonesia, dengan menggunakan istilah Tatar Pasundan, yang meliputi wilayah administrasi dalam provinsi Jawa Barat, Jakarta, Banten.

Orang Sunda yakni telah dikenal mempunyai sifat yang optimis, sopan, riang, ramah, dan pendiam. Orang Portugis menemukan di Suma Oriental bahwa dalam orang Sunda memiliki sifat berani dan jujur.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menyampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Suku Sunda, kebudayaan, rumah adat, dan alat musik yang digunakan oleh suku ini. Untuk ulasan selengkapnya. yuk… Simak penjelasan nya sebagai berikut.

Apa yang dimaksud dengan Suku Sunda ?

Suku Sunda merupakan sebuah kelompok etnis dari bagian barat pulau Jawa, tepatnya di wilayah Indonesia, atau dapat disebut sebagai Tatar Pasundan, yang meliputi wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Jakarta, Banten, dan daerah barat yakni Banyumasan (Jawa Tengah).

Bahasa Sunda tersebar di dalam berbagai daerah Indonesia, dengan adanya sejumlah provinsi Jawa Barat dan Banten sebagai daerah utama. Identitas yang menghubungkan orang Sunda ialah dari budaya dan bahasa mereka. Orang Sunda yakni dapat dikenal mempunyai sebuah sifat yang sopan, riang, optimis, ramah, dan pendiam.

Suku-Sunda

Orang Portugis telah menemukan di Suma Oriental bahwa orang Sunda memiliki sifat berani dan jujur. Orang Sunda juga orang pertama yang telah mempertahankan hubungan diplomatik terhadap negara lain. Raja Samian atau Sang Hyang Surawisesa merupakan seorang raja pertama di nusantara yang mempertahankan dalam hubungan diplomatik terhadap Portugis di Malaka pada abad ke-15.

Baca Juga :  Rumah Adat Joglo

Kebudayaan Suku Sunda

Terdapat beberapa kesenian dan kebudayaan yang berada di suku ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

a. Pakaian Adat untuk Kaum Menengah

Kelas yang berbeda, terlihat berbeda juga. Bagi mereka yang relatif kelas menengah di kelas sosial, penggunaan pakaian tradisional Jawa Barat dengan beberapa perhiasan tambahan adalah wajib. Para lelaki juga memakai syal putih, syal batik kebat, ikat pinggang (Beubeur), sandal tarumpah, dan ikat kepala.

b. Pakaian Adat untuk Rakyat Jelata

Bagi orang awam, orang Sunda selalu mengenakan pakaian yang sangat sederhana di masa lalu. Mereka telah mengenakan sebuah celana pangsi atau komprang yang telah dilengkapi dengan adanya sebuah sabuk kain atau kulit.

c. Pakaian Adat Suku

Dalam gaya pakaian, orang Sunda mengenal dengan berbagai jenis pakaian tradisional, yang tergantung dalam sebuah usia, fungsi, atau tingkat sosial pemakainya.

Pakaian dalam tradisional untuk wilayah Jawa Barat yakni dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni pakaian kaum menengah, rakyat jelata, dan para bangsawan.

Contoh-Suku-Sunda

e. Baju Adat Sunda yang Resmi

Dalam sebuah provinsi Jawa Barat yakni telah menetapkan standar untuk suatu pakaian tradisional dalam beberapa dekade terakhir karena akan menawarkan dengan berbagai jenis dalam pakaian tradisional.

f. Pakaian Adat untuk Bangsawan

Bagi para menak atau para bangsawan, dalam pakaian tersebut yang akan dikenakan ialah sebuah simbol dari keagungan. Dalam segi desain, pada pakaian ini yakni telah dianggap sebagai kebiasaan paling rumit dan estetika di wilayah Jawa Barat.

g. Pakaian Pengantin Adat Sunda

Untuk keperluan dalam sebuah upacara pernikahan secara tradisional, pengantin Sunda mengenakan sebuah gaun khusus yang dikenal sebagai gaun pernikahan Sukapura. Dalam gaun tersebut, yakni sebagai pengantin pria dalam bentuk topi putih, yang dilengkapi dengan ikat pinggang yang memiliki warna putih, tutup kepala bendo yang bermotif rereng pula, selop yang memiliki warna putih, dan kain rereng untuk bawahan.

Baca Juga :  Akibat Pencemaran Air

i. Tarian Sunda

Tari Jaipongan, Priangan (Tanah Sunda) yakni dapat dikenal dengan berbagai budaya yang unik dan menarik, Jaipongan merupakan salah satu dalam sebuah seni budaya yang paling terkenal di wilayah tersebut.

Tarian Jaipongan atau Jaipong sebenarnya adalah tarian modern karena termasuk pengembangan atau modifikasi dari tarian tradisional Sunda, yaitu Tap Tilu. Tarian Jaipong ditampilkan dengan iringan musik khusus, yakni Degung.

Rumah Adat Sunda

Dilihat dari bentuk atapnya, rumah tradisional Sunda dibagi menjadi beberapa fitur berbeda diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Tagog Anjing, Karena dalam sebuah bentuk atapnya mirip dengan anjing yang duduk.
  • Jolopong, Nama rumah dengan atap gable panjang.
  • Badak Heuay, Karena dalam sebuah bentuk atap seperti badak yang membuka mulut.
  • Perahu Kumureb, Nama rumah dengan sebuah bentuk kanopi “disebut dengan orang Sunda yakni perahu Kumureb, karena dalam adanya sebuah bentuk atapnya yakni seperti perahu yang sedang terbalik”.
  • Capit Gunting, Karena dalam sebuah bentuk gunting yang sedang melintasi atap.
  • Julang Ngapak, Karena dalam suatu bentuk terhadap atapnya mirip dengan sayap burung terbang.

Alat Musik Khas Suku Sunda

Terdapat beberapa alat musik khas dalam suku ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Calung

Calung merupakan sebuah alat musik sunda yang termasuk prototipe dari sebuah angklung. Berlawanan dengan angulasi yang dimainkan oleh goyangan, cara untuk menabuh calung adalah dengan cara memukul batang (Bilah, Wilahan) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang disusun menurut laras pentatonik (sisik) ialah (da-mi-na-ti-la).

2. Kacapi Suling

Kacapi Suling merupakan sebuah jenis dalam kesenian Sunda yang menggabungkan bunyi seruling dengan kacapi (kecapi). Ritme ini sangat merdu dan biasanya ditemani oleh ibu Sunda (Tembang) yang membutuhkan lekuk tubuh yang tinggi khas Jawa.

Baca Juga :  Iklim Koppen

3. Ketuk Tilu

Ketuk Tilu merupakan sebuah tarian sosial dan dalam percakapan dengan sekaligus yang biasanya akan diadakan di sebuah pernikahan, dalam menutup acara hiburan atau terutama di sebuah tempat yang cukup besar.

4. Angklung

Angklung merupakan sebuah alat atau galeri seni yang terbuat dari bambu khusus, yang ditemukan dengan Mr. Daeng Sutigna sekitar dalam tahun 1938. Ketika dalam awal pada penggunaan Angklung yakni masih terbatas untuk kepentingan tradisional atau seni lokal.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Suku Sunda, pengertian, kebudayaan, rumah adat beserta alat musik yang digunakan. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Ika Evitasari
Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Suku Aceh

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Suku Anak Dalam

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Suku Tengger

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read