Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Tut Wuri Handayani

2 min read

Tut Wuri Handayani – Merupakan sebuah semboyan yang dapat digunakan dalam melaksanakan suatu sistem pendidikan. Yakni terdapat 3 semboyan di antaranya adalah ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.

Dalam artikel ini akan membahas secara ringkas dan jelas apa yang dimaksud dengan tut wuri. Untuk penjelasan lebih lanjut, ikutilah artikel sebagai berikut.

Apa yang dimaksud dengan Tut Wuri Handayani ?

Tut Wuri Handayani merupakan sebuah penggalan kalimat panjang terkenal oleh Ki Hajar Dewantoro, bapak pendidikan kita, pendiri Taman Siswa, yang baris terakhirnya dapat merupakan bagian dari logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yakni Ing Ngarso Sun Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.

Artinya kurang lebih yaitu memberi contoh teladan, di belakang mendorong (dukungan moral), dan di tengah membimbing (memberi semangat, memotivasi, menciptakan situasi kondusif).

Logo-Tut-Wuri-Handayani

Kalimat ini menjadi sebuah referensi ketika akan berbicara tentang sebuah konsep yakni kepemimpinan yang baik, dan memberikan panduan tentang bagaimana bertindak sebagai guru atau pemimpin (yang tidak bersalah dan ditiru).

Kalimat itu diucapkan ketika akan dibahas dan dibaca begitu sering sampai pembaca atau pendengar lupa untuk mengerti, tidak mengalami, apalagi untuk berlatih. Sulit untuk mencapai titik pemahaman.

Sejarah Tut Wuri Handayani

Jika seseorang mengingat sejarah awal pendidikan di Indonesia, kita akan segera mengingat para pejuang suatu bangsa dan juga bapak pendidikan Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantara dengan taman maha siswanya di jaman dahulu.

Tut-Wuri-Handayani

Salah satu tujuan membangun institusi pendidikan ini adalah untuk menciptakan budaya tandingan terhadap pendidikan kolonial pada waktu itu. Selain masalah pendidikan, ada tujuan khusus dan penting, yakni realisasi bangsa ini melalui pendudukan oleh bangsa kolonial, baik secara fisik maupun budaya.

Baca Juga :  Surat Izin Sekolah

Sebuah cerita pendek tentang siapa yang pertama kali membangkitkan moto Tut Wuri tentu ditemukan di Ki Hajar Dewantara. Pertama kali Taman Siswa didirikan pada 3 Juli 1922, di mana sekitar 7 artikel dari prinsip digunakan di taman siswa.

Raden Soewardi Soejaningrat adalah nama asli dari seorang Ki Hajar Dewantara, yang pertama kali dapat mengucapkan dan membuat semboyan dari Tut Wuri Handayani.

Logo dan Makna Lambang Tut Wuri Handayani

Kebanyakan orang dapat dikenal dengan nama Tutwuri Handayani, yakni merupakan suatu lambang atau logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu berdasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0398/M/1977 yaitu pada tanggal 6 September 1977, dengan deskripsi pentingnya sebuah simbol di antaranya adalah:

Keterangan-Logo

1. Bidang segi Lima (Biru Muda)

Deskripsi tentang sifat kehidupan di Pancasila.

2. Semboyan Tut Wuri Handayani

Digunakan pada Ki Hajar Dewantara sebagai menerapkan sebuah sistem pendidikan tersebut. Dimasukkannya semboyan ini memiliki arti yakni sebagai melengkapi sebuah apresiasi dan rasa hormat kami untuk almarhum Ki Hajar Dewantara, yang ulang tahunnya dinyatakan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

3. Belencong Menyala yang Bermotif Garuda

Belencong atau menyala adalah lampu khusus digunakan untuk tokoh wayang yang sejenis kulit. Dalam cahaya lonceng dapat menghidupkan sebuah pertunjukan menjadi lebih nyata.

Burung Garuda (motif Belencong) mencontohkan sifat dinamis yang mampu, berani, dan cukup berani untuk melakukan perjalanan secara mandiri melalui ruang yang luas. Ekor dan sayap Garuda masing-masing digambarkan dalam lima representasi, yang memiliki sebuah arti “Satu kata dengan suatu perbuatan yang pancasilais”.

4. Buku

Buku adalah sebagai sumber dari semua pengetahuan yang dapat bermanfaat untuk kehidupan manusia.

5. Warna

Warna putih pada sayap dan ekor Garuda dan buku yang memiliki arti bersih, suci, dan tanpa pamrih.

Baca Juga :  Pengertian Prosa

Warna kuning keemasan dari nyalanya suatu api menandakan kemuliaan dan keagungan dari sebuah pengabdian. Warna biru muda di bidang pentagon yang memiliki arti sebuah pengabdian yang tidak pernah putus ketika Anda mempunyai suatu pandangan hidup yang mendalam tentang (Pancasila Life View).

Baca Juga :

Demikian pembahasan artikel yang dapat kami ringkas mengenai penjelasan dan makna logo dari Tut Wuri Handayani, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Ika Evitasari
Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru